Pada suatu ketika, mungkin tak lama lagi.
Kita mesti menggali ulang memori.
Mengenai darimana kita berasal, sebuah pojok kampus, di tempat yang sudah tak pantas disebut musholla.
Ia yang tak bernama, yang ditumbuhi ilalang, dan ditumpuki debu
tapi hidup oleh cita-cita besar.

Pada suatu ketika, mungkin tak lama lagi.
Kita perlu memeriksa kita punya ingatan.
Mengenai al-muhtadin, nurul barokah, nurul islam dan tempat-tempat lain yang tak bernama tapi banyak bermakna. Yang tak bicara tapi mencatat nama.

Pada suatu ketika, mungkin tak lama lagi.
Kita mesti telusuri kembali lobus temporal kita.
Tentang sebuah tempat sujud sahaja bertajuk mardhiyah
yang amalnya tak sesederhana bangunannya
Yang mengingatkan kita akan simbol-simbol hidup:
tentang masjid yang dikelilingi rumah sakit, jalanan, kendaraan, pedagang, rumah, kamar jenazah, dan pekuburan.

Pada suatu ketika, mungkin tak lama lagi…

Tagged with:
 

9 Responses to pada suatu ketika

  1. naota mengatakan:

    ini ga di publish di pesbuk nip? kan bs ta like, disini mah pan ga bisa :D

  2. A.B. Naro Putra mengatakan:

    Mantaff, Bro!! I like it! lope nganip dah ah..

  3. hadhci mengatakan:

    keren2 nif =D
    tp al muhtadin tuh mesjid dimana y?
    gw tahunya mushola pasca ^_^

  4. wiwidia mengatakan:

    pa hanif jago banget puisinya…..
    mungkin tak lama lagi kita akan bertemu…

  5. muslimahpejuang mengatakan:

    subhanallah..bergetar hati ini membacanya..apalagi dsaat diri ini brdiam diri d masjid (d sela2 i’tikaf buka2 blog bntar.boleh kan ya?dikit aja)
    puisi yg best sangat.thanks nief…buat sy,tmbh 1 lg ya,masjid kampus d mana skrg sy tngah i’tikaf. masjid ini pun mjd salah satu bagian dlm kehidupan sy. meski d tmpat2 yg tlah antm sebutkan td,tak kalah mdalam di hati ini. smoga, kelak mjd saksi perjuangan kita semua.syukron!

  6. Dokter Anak mengatakan:

    salam kenal…thanx

  7. baju wanita mengatakan:

    menarik tulisan yg anda buat…salam kenal yaaa..thanx

  8. niefha mengatakan:

    terlalu banyak kenangan di tempat-tempat itu ya Nief?
    Nurul Ashri sama maskam gak disebut sekalian? :D

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>