pekerjaan kita sungguh sederhana.
di bab hati soal menjaga niat yang lurus.
di bab lisan soal menjaga ucapan yang bermanfaat.
di bab jasad soal menjaga amal yang istiqomah.

pekerjaan kita sungguh sederhana.
tolok ukurnya bukan mahsyur, bukan kaya, bukan piala, bukan posisi, bukan jenis kelamin, bukan ras, bukan keturunan, bukan gelar, bukan puji, bukan caci, bukan jumlah, bukan waktu. hanya takwa dan hanya itu.

pekerjaan kita sungguh sederhana.
modalnya sudah lengkap diberikan: badan, jiwa, akal, alam, kitab, rasul, wali, ulama. kita tinggal membaca, memanfaatkan, dan merawat sewaktu-waktu.

pekerjaan kita sungguh sederhana.
karena sungguh tak dituntut berhasil,
cuma diperintah bekerja saja sepenuh mampu dan kemudian menggantung harap doa dari Yang Maha Pemurah.

Tagged with:
 

4 Responses to pekerjaan kita

  1. hadhci mengatakan:

    yups! tugas kita hanyalah bekerja =D
    just do the best n let God do the rest ^_^

  2. Ari Sugianto mengatakan:

    seperti perumpamaan “tuliskan mimpimu dengan pensil serahkan penghapusnya pada-Nya” terimakasih nasehatnya kang cahya

  3. eva zakiyah shofa mengatakan:

    menginspirasi, hatur nuhun hanif,…senang bisa jalan-jalan kesini.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>