Ia kuda berkekang, punya tuan untuk dipatuhi.

Walaupun cintanya ia untuk bebas,
Mencumbui tanah padang sabana.
Pemiliknya yang merawat dengan sepenuh jiwa.

Ia sesosok turangga dengan misi mulia,
Mengantarkan penunggangnya selamat menyeberang ke bukit kota tetangga.

Meski bergelora ia ingin merasakan angin liar di pantai ujung dunia,
Ke kandang ia kan kembali.

Menjadi sembrani putih bersayap,
Berlari di tepian awan.

Tagged with:
 

2 Responses to turangga

  1. niefha mengatakan:

    ga ngerti, Niefh. tapi saya suka baca puisi ^^

  2. hanief mengatakan:

    Puisi memang seringkali pribadi. Tafsirnya diserahkan pada pembaca. Yang penting bisa dinikmati. :)

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>